Di telungkup lutut metropolis polusi mengisi segala lini sisi seolah bertafakur senyap. mencari tahu akan ranah lain tempat di mana kampung adalah- rumah bagi kebahagaian yang sederhana Ladang dan sawah menjadi peraduan padi dan sayur menjadi curahan Bak permata yang tersuruk, semua kepermaian masih terusih, hutan lega, bahkan paya kehidupan. Tapi taukah disana? Kita menemukan keramah tamahan, kita menemukan senyuman, kita menemukan kesejukan, dari paras berhias mutiara, setiap lapisan menjadi tongkat menacap dan tumbuh. Membuktikan, betapa bersyukurnya berada di pelosok negeriku. Semua- tebaul oleh keteduhan. O, tuan. Singgahlah sejenak dari- Pengembala khas itu. Seolah tak pernah jengah. Mereka terus menapakkan- kakinya hingga pelosok dan- mengusut kerupawanan- nya tanah air mu. Ketika kau mengelih, udara syahdu mengalir laju. Disuguhi dengan lanksap- w...