Mengulas Udik Memakai Tawa
Di ceruk jantung metropolitan
deru dera masih terdengar,
keriuhan dan kepelikan di ujung negeri.
Semua terbaul keteduhan,
Semua kepermaian masih terusih.
Hutan gulana, bahkan paya kehidupan,
memancarkan betapa indahnya
negeriku.
Tapi taukah disana?
Kita menemukan santun
Kita menemukan senyuman
Kita menemukan keteduhan
Dari paras berhias mutiara
Setiap latisan menjadi
tongkat menacap dan tumbuh,
membuktikan betapa bersyukurnya
berada di pelosok negeriku.

Komentar
Posting Komentar